Until We Meet Again



Pertemanan harus diakui terkadang ada yang memiliki masa tenggang. Jadi ceritanya sudah hal biasa kalau suatu persahabatan tiba-tiba terulur memanjang (istilahku) dan semua orang terkesan jadi menjauh.


Waktu berganti. Kita berganti komunitas berganti teman.

Selalu begitu.

Nah, sering kejadian, saat semua sudah berkeluarga, masing-masing iseng saling menemukan satu sama lain. Kemudian mulailah di-invite di grup. Ngobrol ramai nostalgia, deh. Kenceng banget....
......di awal doang. Hahaha.

Setelah itu pelan-pelan pembicaraan frekwensinya berkurang dan berkurang. Awkward. Akhirnya sepi. Lalu satu persatu mulai left karena mereka butuh jatah grup dan grup yang sepi mereka pilih tinggalkan.

Itu biasa, sih. Karena tenggang waktu yang terlalu lama, membuat kita mulai banyak kehabisan bahan obrolan. Dan di dunia nyata, sudah punya kesibukan serta komunitas sendiri-sendiri yang biasanya jauh lebih "nyambung" dengan kondisi kita yang sekarang.  Selain itu kita juga sudah banyak belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu.

Kalau grup nostalgia kan...lha mau ngomongin apa lagi? Jaman masih mabal waktu SMU? Bisa jadi bahan hinaan kalau sampai kebaca orang lain wwkwkwk...



Intinya people come and people go. Dan kadang kita cuma berpapasan. Saat berpapasan itu bukan berarti harus pegang tangannya kenceng-kenceng. Bagus kalau bisa, kalau nggak ya, let them go. Mereka sudah punya tempat sendiri-sendiri. Cukup nikmatin dan hargai saja masa-masa singkat yang mungkin jarang terulang lagi.


Saat perpisahan itu terjadi,  lepaskan genggaman dan lambaikan tangan dengan penuh dignity. We have to learn to let go. Tanpa pretense atau prasangka macam-macam.  Hehe. Ngapain juga ya. Kadang yang kita perlu ucapin sederhana, kok misalnya seperti perkataan... until we meet again.

Yep. Until we meet again.

There's always a season for everything.

Apakah kamu juga pernah mengalaminya? Bagaimana reaksimu?

Tulisan ini pernah di tayangkan di blog lama dengan platform wordpress.org. Segala komentar yang sebelumnya masuk bisa dilihat disini

---
The Street Photography Hunting event image credits to Joe Markus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram