Cara Menemukan Gaya Fotografimu


Soal foto-memfoto, terus terang aku masih taraf "pemula dan penikmat sejati", alias apapun hasilnya, semua itu lebih untuk kepuasan batin saja.  Tentu saja ada keinginan untuk sedikit "naik level", dong. Hahaha. Tapi fotografi itu ternyata luaaas, bukan sekedar jeprat-jepret-upload-blas.

Ini adalah hal-hal paling basic, yang eelama ini kucoba lakukan. Sesama kawan pemula, semoga kita bisa belajar bareng, ya :

Mencari Role Model


Aku banyak belajar dari beberapa kawan, yang sama-sama hobi fotografi. Sebut saja yang paling menonjol, E, G, dan U.  Mereka memiliki tehnik fotografi dan karakter yang berbeda-beda.
  •  E, kalau sudah hunting betul-betul total. Segala perangkat perang fotografi  dibawa, mau itu indoor ataupun outdoor. Aku suka takjub kalau melihat kesiapannya, segambreng filter, lensa, dsb . Kapan oh kapaan?#eh. Dan hasilnya juga bikin diri ini meneguk ludah. Kece, euy!  Aku seolah melihat sekumpulan lukisan cantik saja, bukan foto!
  • G, seperti punya radar di kepala menyangkut obyek dengan komposisi dan tema cakep.  Tanpa perlu bawa peralatan banyak dan kelihatannya hanya jalan-jalan santai saja, dia sudah langsung "nemu" target. Pernah suatu saat kami serombongan pergi hunting, teman-teman semua hadir dengan kamera yang tampak canggih, eh, lho, dia cuma modal kamera poket hitam putih. Awalnya aku agak sangsi.  Tapi hasilnya?  Jangan ditanya. Kok, malah lebih keren, ya? Nah. Gaya dia cocoklah bagi calon fotografer kere yang masih mengumpulkan modal macamku.
  • U, doski modalnya lebih terjangkau lagi : kamera HP.  Mobile dan khas urban citizen banget. Hasil fotonya diedit dengan berbagai aplikasi, kemudian dipadu dengan hal kreatif lain. Gaya yang seperti ini juga bisa kuterapkan karena masih terjangkau. Ah, mau gampangnya aja, ya haha...
Tapi setelah melihat berbagai karya role model, tentunya kita nggak meniru mereka plek, melainkan harus mengambil unsur-unsur apa yang disuka dari mereka untuk kemudian diterapkan. Tidak mungkin juga semua bisa sama persis dengan kesukaan kita.

Amati & Tanyakan Pada Diri Sendiri

Setelah mengamati proses dari hasil-hasil fotoku selama ini,  akhirnya menemukan, ternyata kegemaranku yang utama adalah hunting mencari obyek, memfoto spontan,  bukan memfoto yang perlu di-setting.  Ya, kalaupun di setting, maunya seminimal mungkin, deh! Manusia yang males ribet haha. Tapi intinya, aku merasakan kepuasan tersendiri bila secara alami "menemukan" buruan dan "tertangkap". Bahkan sampai melakukan itu sambil berburu sungguhan, seperti memancing di laut. Ya, kamu nggak harus seekstrim ini, sih. Lalu apalagi? Selain itu aku juga suka memfoto benda-benda dan makanan. Nah, mulai ketemu satu-persatu, bukan?

Suka Obyek Apa?

Kemudian soal obyek. Belakangan ini ngeliat lagi koleksi kesukaanku di suatu waktu. Eh, lha? Kenapa foto hewan semuaa? Serangga pula atau hewan buas kategori reptil atau non-peliharaan.  Ehem. Kalau followerku kebanyakan wanita jelas  ini bukan hal yang menarik.  Haha. TUNGGU! Apapun pilihannya, bukan berarti jelek.  Bisa jadi itu semacam ciri khas yang selalu ada dan akan punya niche tersendiri. Tetaplah melakukan pencarian dan kemudian diamati ulang kembali.
Tapi, kalau masih stuck...



Ketahui Apa Yang "Bukan Gue Banget!"

Misal untuk aku, kalau nyoba model selfie, bagaimana? Seperti U yang teknik selfie dan wefienya sudah seperti bernafas saja dan hasilnya bagus.  Jujur, itu  bukan keahlian utamaku, karena  sudah terlanjur nyaman jadi pemburu, kalau berubah posisi jadi buruan (obyek), langsung bubar semua fokus dan malah mati gaya. Jadi nggak, deh. Lebih baik kita fokus di kesukaan dan keahlian kita bukan...? #ngeles. Nah, mudah, ya. Bila sulit mencari apa yang disuka, tinggal sisihkan saja semua yang tidak kamu suka.

Soal spesialisasi dan kegemaran ini penting agar termotivasi menuju ke tahap selanjutnya yang harus kita lakukan, yaitu...


Suka Tidak Suka : Belajar Teknik

Walaupun teknik fotografi rasanya susah, tapi sebaiknya dipelajari sedikit-sedikit. Hal-hal paling sederhana, misalnya tahu pukul berapa kondisi terbaik mengambil gambar,  dari sudut mana supaya suatu obyek tampak kelihatan agung atau merendah, bagaimana komposisi yang bagus dalam sebuah bingkai, apa trik memfoto landscape, dsb. Aku belajarnya pelan-pelan sambil jalan (sayang, kadang kebanyakan jalannya saja haha)

Pakai Kaca Mata Kuda

Seringkali suka minder juga ngeliat hasil foto kawan-kawan diatas, atau mereka yang sudah ahli fotografi di internet. Kalau sudah begitu, kenikmatannya jadi hilang. Saat mulai muncul gejala membandingkan karya sendiri dengan orang lain, lebih baik langsung pasang kacamata kuda, jangan kepo intip-intip lagi karya orang, tetap jalan terus.....enjoy the process.



Latihan-latihan-latihan!

Sama seperti menulis, supaya makin terlatih, harus sering latihan mengambil gambar. Banyak ahli yang menyarankan untuk melakukannya setiap hari, bahkan kalau perlu bikin target, sampai proyek. Terserah, mau pakai kamera canggih atau cuma kamera HP, dimana saja, kapan saja. Ini menjadi PRku juga...

---

Apakah sudah menemukan kesukaan dan gaya fotografimu yang unik? Share yuk..
Images : Davide Guglielmo for freeimages.com, "G", dan dokumentasi pribadi
 

2 komentar:

  1. Waaaah, ternyata Creative Huntress ini benar-benaar pencinta fotography. Bunda do'ain deh biar cepat naik level jadi Professional Photographer, ya. Ini lho, tampilan blognya bikin Bunda keder, hehe...Baguuuus blanget. Bunda jadi merasa gak tau apa-apa banget nih di bidang perbloggingan, hiks, hiks...

    BalasHapus
  2. Terima kasih doanya, Bu. Wah, jadi malu, saya masih belum apa-apa dibanding blogger yang lain...
    Semangat selalu...

    BalasHapus