Menemukan Ular di Depan Balaikota


 
Di suatu hari cerah, saat sedang berjalan pagi bersama pasangan di depan Balaikota, mataku tertegun melihat pemandangan tidak biasa ; seorang bapack-bapack tampak terpaku melihat ke sebuah pohon kecil di trotoar. Ekspresi ngeri tapi ingin tahu tampak di wajahnya. Setelah itu dia buru-buru pergi. 

Aku pun penasaran dan melihat ke arah penglihatan sang bapack. Dan terkejut. Ada seekor ular di dalam tutup besi yang menutupi akar dari pohon kecil! Ular kecil yang sepertinya masih hidup. Dia memiliki garis putih yang memanjang dari kepala hingga ekor (tapi bukan ular belang hitam putih yang pasti beracun, ya).

Karena tidak bisa memastikan apakah ular tersebut berbahaya atau tidak,  kami pun pergi mencari petugas jaga Balaikota. Kebetulan mereka biasa apel pagi di sekitar tempat ini. Seorang petugas kemudian mengikutiku ke arah TKP. Dia ikut terkejut dan mulai mengamati dengan seksama.


Akhirnya ia melaporkan semua kepada rekan atau atasannya lewat walkie talkie. Tidak mau ambil resiko mengambil ular tersebut tanpa peralatan memadai. Seorang petugas lain kemudian datang dan mereka berdua memutuskan untuk meminta bantuan yang lebih ahli lagi.

Selang tidak berapa lama aku mendengar suara sirene yang amat familiar di telinga : mobil pemadam kebakaran! Mobil itu langsung mengarah ke posisi kami walaupun jalan besar di depan balaikota ini berlawanan arah. Ah ya kalau pemadam kebakaran mah bebas untuk membuat short cut menuju TKP.

Setelah itu beberapa petugas pemadam kebakaran dengan baju pelindung, sarung tangan dan sepatu bot tebal datang menghampiri. 


Selanjutnya mereka mencoba mengambil ular itu dengan capit, kemudian tangan. Berhasil dengan mudah. Setelahnya ular tersebut di foto dan diukur, mungkin untuk laporan kepada atasan. Walaupun ada percakapan bahwa ularnya tidak berbisa, namun tidak seorangpun tahu pasti. 

Aku melihat di google tipe ular serupa dan kemungkinan itu adalah tipe ular sapi atau radiated rate snake (Coelognathus radiata). Tapi nggak yakin juga. Masa sih aku harus menanyakan dulu ke Panji si Petualang? πŸ˜„

Tak lama para petugas pemadam kebakaran berlalu dengan membawa ular kesasar tersebut. Aku salut dengan kecepatan dan kesigapan mereka menangani masalah. Walaupun hanya masalah kecil (sebetulnya bisa gede kalau ternyata ularnya berbisa). Sambil mendengar suara mobil mereka yang menjauh, aku bertanya-tanya dalam hati. Penuh rasa penasaran.

Kok, bisa ular itu tiba-tiba ada di bawah pohon ini, sementara di sekitarnya adalah wilayah pusat perkotaan dengan jalan kebanyakan dari semen dan beton? Apalagi depan Balaikota...

Tapi kemudian aku mengingat kalau ada saluran air dibawah trotoar. Mungkin si ular berasal dari sana dan berkelana ke dunia atas. Mungkin juga dia sebetulnya sedang berjalan-jalan pagi seperti kami!🀣

Bagaimanapun, pengalaman yang cukup seru di hari itu. Ternyata tidak usah hunting ke sawah atau ke luar kota,  ada saja obyek foto yang mendekat!πŸ˜…

Kamu pernah menemukan ular di tempatmu? Apa yang kamu lakukan?

25 comments:

  1. Pasukan Damkar emang selalu bisa diandalkan ya mbak, kayaknya nanganin apa aja selalu bisa.. btw, konsep foto-foto keren sambil bercerita gini bagus loh mbak. Semoga bisa lebih banyak berbagi cerita sama foto-foto kerennya, ya..

    Oh iya, jadi ini blog khusus foto-fotonya mbak pheb ya?
    mantapp πŸ˜πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Damkar the best lah.πŸ˜„ Amin terima kasih semoga tetap konsisten nulis.

      Hehe iya mas. Khusus foto hunting untuk blog ini.

      Delete
  2. Ternyata damkar kalo kerja untuk urusan ini mobil gedenya tetep dibawa, dan rame-rame 🀣 Untunglah nggak ikut buru-buru pergi kyk bapack-bapack penemu pertama. Biarpun terlalu jadi penemuan ular yang cukup elit, tapi ya nggak ada salahnya πŸ˜‚ gudjob, jadi ada yang nelusur keberadaan sarangnya, atau mungkin ada induknya —hal yg biasa dilakukan disetiap kasus penemuan ular pada umumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya harus dibawa mobilnya. Nah itu aku gak kepikiran kesitu mas, menelusur keberadaan sarang dan mencari induknya. Harusnya begitu ya.πŸ˜…

      Delete
  3. pernah ketemu ular di sekolah pas SMA dulu. Ular hijau yang masih kecil jatuh dari atas pohon. Kemudian aku tangkap dan tanganku kena gigit. Mungkin masih kecil dan belum memiliki bisa kuat jadi aku baik-baik aja setelah itu. Akhirnya ular dilepas.

    Setelah itu ga pernah lihat ular liar lagi. Kalau yang dipelihara yaa sering, meskipun kita tahu bahwa ular bukanlah hewan peliharaan sehingga tidak seharusnya dipelihara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh pernah kena gigit. Jangan-jangan gara-gara itu makin sakti mas Vay (ingat Spiderman πŸ˜…)

      Iya sih reptil sebetulnya bukan pet seperti kucing dan anjing. Tapi banyak digemari karena dianggap eksotis.πŸ™„

      Delete
  4. Sigap banget tim Damkar!! Walau cuma laporan soal ular (bukan soal kebakaran), tetap ditangani dengan cepat ya. Mantap!! BTW foto-fotonya bagus deh kak! Aku sempet mikir ini fotonya tuh ambil dari foto berbayar gitu, eh gataunya dokumentasi pribadi. πŸ‘πŸ»

    Aku sih seumur-umur puji Tuhan ga pernah nih ya ketemuan sama ular. Jangan sampai dehhh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cepat banget mbak! Ada kali hanya 15 menit. Mungkin karena Balaikota jadi pusat damkar banyak.

      TerimakasihπŸ˜… jangan sampai ketemu ular!

      Delete
    2. ah iya juga sih, karena banyak titik damkar jadi bisa cepat juga yaakk

      Aminnn.. jangan pernah deh ketemu ular heheh cuma di kebun binatang aja ketemunya yak

      Delete
  5. Agak unik spesies ular itu, berbelang putih.
    Rumah saya pernah dimasuki ular. Saya jerit sekuat-kuat hati, memanggil suami, sambil kaki naik ke atas kerusi. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Termasuk unik ya mbak?? Memanjang begitu belangnya..
      Paling seram itu ular masuk rumah..πŸ˜–

      Delete
  6. Waktu masih di Aceh, Bbrp kali ada ular masuk, yg kepalanya melebar kayak sendok, itu ular apa ya? Sering banget nongol di kamar mandi mama 🀣🀣. Ya semua pada takut. Mau berbisa atau ga, atas nama ular, aku pasti histeris ..

    Untungnya ada tukang kebun yg selalu jaga kan.. jadi dia yg usir.

    Kalo di JKT, belum pernah sih. Jangan sampe amit2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaa itu Kobra 😭. Ngeri kalii. Aku juga kalo liat bakal ngilang nyari bantuan.

      Betul mba jangan sampe ketemu ular, deh

      Delete
  7. Untungnya ada damkar yang bisa diandalkan ya kak, sigap membantu, bukan cuma memadamkan kebakaran saja tapi juga bantu nangkap ular.

    Setuju sih, sepertinya ular nya dari selokan atau saluran air ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Damkar memang serba bisa. Logikanya gitu yah karena nggak ada yang lain untuk akses keluar

      Delete
  8. Pernah mabk,ada dua kali kejadian, pertama dia merembet di jendela belakang rumah,terus hilang gak tau kemana, yang kedua juga lewat belakang mesin cuci,terus keluar ke jendela belakang, memang di belakang rumah masih ada beberapa pohon gede,alpukat dan mangga, juga masih banyak rumput "

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masih ada banyak kebun pohon dan rumput memang ada kemungkinan ular masih ada ya mbak.

      Delete
  9. Wahh langsung sigap banget yaaa, jadi gak harus terkait masalah kebakaran saja tapi juga dalam segala hal siap untuk diatasi.. Duh bisa jeli banget gitu yaa, dari jauh kalau gak teliti malah mirip seperti selang gitu bentuknya.. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sigap banget! Dan memang serba bisa damkar itu. Makanya mereka yang pertama dipanggil. Ular memang pandai menyamar diantara sekitar, musti hati-hati banget.

      Delete
  10. Pernah kak. Ini pengalaman paling ngagetin. Lagi enak enak jemur pakaian pagi pagi, sambil menghirup udara segar, tau tau ada yang jatuh ke atas tangan, sempat mlungker di tanganku habis itu dia turun sembunyi ke semak semak. Kayanya kami sama sama kaget wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sama-sama kaget kebayang ekspresinya. Itu kayaknya ular yang suka lompat antar pohon kali ya. Lalu tiba-tiba failed.

      Delete
  11. Serem ah kalau mendengar ular liar tiba-tiba muncul, Mbak.
    Belakangan rasanya sering dapat info pemunculan ular ini dari teman-teman di FB.
    Dari tulisan Mbak, berarti Damkar dapat diandalkan juga untuk kasus ular seperti ini ya. Salut deh sama mereka.

    Mbak, ini blog Mbak yang lain ya yang khusus tentang photography?

    Salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang nggak ada yang berharap ketemu, pak. Oh banyak ya pemunculan ular belakangan ini. Apa karena lingkungan mereka tersingkir?

      Bisa diandalkan sekali damkar itu.

      Iya, ini khusus fotografi hunting terutama fauna...

      Delete
  12. Tugas yang mulia dari anggota DAMKAR, lumayan juga jadi model buat fotografi, sama si ular kecilnya mba :)

    ReplyDelete
  13. Saya paling geli sama ular
    Paling takut
    Belum lama ini di kamar tidur saya ada ular jatuh dari atas genting, maklum yang namanya di kampung belum ada plafon

    ReplyDelete

Instagram